oleh admin | Sep 14, 2018

Plt. Bupati Tiwi saat memberikan bantuan rehab RTLH kepada Ny. Kawinem warga RT 05 RW 02 dari Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Banyumas Raya, saat pelaksanaan gebrak gotong royong bersama warga Desa Karangaren, Kamis (13/09).
Bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dari Real Estate Indonesia (REI) Komisariat Banyumas Raya untuk dua orang warga Desa Karangaren Kecamatan Kutasari yaitu Ny. Kawinem warga RT 05 RW 02 dan juga bantuan dari BPR. BKK Purbalingga untuk bapak Tiyarso Jariman warga RT 04 RW 02, diserahkan oleh Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE. B.Econ, saat pelaksanaan gebrak gotong royong bersama warga Desa Karangaren, Kamis (13/09).
Selain bantuan rehab sejumlah Rp. 10 juta, Plt. Bupati Tiwi menambahkan bantuan 20 zak semen untuk masing-masing penerima bantuan RTLH dan berharap bantuan rehab RTLH dari REI dan juga BKK Purbalingga mampu mengetuk hati masyarakat Purbalingga yang lain untuk ikut berkontribusi memberikan darma bhaktinya ikut meringankan beban dari masyarakat lainnya yang membutuhkan.
“Saat ini bisa kita jadikan momentum kita selalu bersyukur dan mengingatkan bahwa masih banyak saudara kita yang masih memerlukan uluran tangan bantuan kita, semoga bantuan ini merupakan amal baik dan memberikan manfaat bagi yang menerimanya,” kata Plt. Bupati Tiwi sesaat sebelum memulai pelaksanaan rehab RTLH di rumah Ny. Kawinem.
Sebelumnya, rangkaian kegiatan gebrak di Desa Karangaren dimulai dengan gotong-royong pembangunan talud desa sepanjang 165 meter dari alokasi dana desa sebesar Rp. 152.964.000,- yang berlokasi di RT.05 RW.02. Plt. Bupati memulai pembangunan dengan peletakan batu pertama diikuti Ketua DPRD H. Tongat SH. MM. dan juga Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi, SH. Setelahnya, dilanjutkan penanaman 50 bibit pohon mahoni bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup yang ditanam sepanjang turus jalan dan sekitar lapangan desa.
Saat beramah-tamah dengan warga di halaman balaidesa Karangaren, Plt. Bupati juga sampaikan berbagai bantuan sebagai apresiasi atas sengkuyung masyarakat dalam kegiatan gebrak yaitu paket rasbangga bagi keluarga penerima manfaat sejumlah 253 paket, bantuan PMT bagi ibu hamil dan balita 20 paket , bantuan bagi orang dengan kebutuhan khusus (ODKB), alat bantu dengar dan alat bantu jalan dari Dinsosdalduk KBP3A, serta alat pertanian dan bibit cabe dari Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga.
“Dalam kesempatan ini , saya berterima kasih atas sengkuyung warga Karangaren, dan dari aspirasi yang tadi disampaikan dari Kepala Desa, untuk mempercantik balaidesa Karangaren saya berikan bantuan melalui alokasi bantuan keuangan khusus (BKK) sejumlah Rp. 200 juta, semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” kata Plt. Bupati Tiwi. (t/humas)
oleh admin | Jul 6, 2018

Plt Bupati Purbalingga bersama BNI 46 pada kegiatan gebrak gotong royong masyarakat Desa Cendana Kec. Kutasari dalam rangkaian peringatan HUT BNI 46 yang ke 72, Kamis (5/7)
Alokasi berbagai bantuan dari BNI 46 untuk desa Cendana Kecamatan Kutasari diantaranya berupa program padat karya tunai, bantuan rehab rumah tidak layak huni, bantuan pembangunan masjid Al Hidayah Desa Cendana dan juga bantuan tanaman pohon produktif mendapat apresiasi Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan pihak BNI 46 melalui CEO BNI 46 Kantor Wilayah Yogyakarta Arif Suwarsono dalam rangkaian kegiatan gebrak gotong royong masyarakat Desa Cendana Kec. Kutasari program padat karya tunai yang dirangkai dengan peringatan hari ulang tahun BNI 46 yang ke 72, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Plt. Bupati Tiwi, Kamis (05/07).
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purbalingga khususnya warga desa Cendana saya sampaikan terima kasih atas sengkuyungnya ikut membangun Purbalingga, semoga ke depan BNI 46 akan semakin banyak mengalokasikan CSR.nya di Kab. Purbalingga, dan saya berharap hal ini akan menjadi contoh bagi lembaga-lembaga yang lain untuk memberikan kepeduliannya bagi masyarakat Purbalingga,” kata Plt. Bupati Tiwi.
Kegiatan gebrak gotong royong dimulai dengan penanaman pohon turus jalan di sekeliling lapangan desa Cendana, kemudian dilanjutkan peletakan batu pertama pembangunan TPQ Taman Syukur yang mendapat alokasi dari Dana Desa setempat. Selanjutnya Plt. Bupati Tiwi menuju lokasi rehab RTLH atas nama bapak Sukarso warga RT. 15/07 Desa Cendana Kutasari dan juga meninjau lokasi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 300 meter dan di lokasi tersebut Plt. Bupati Tiwi berkenan menuangkan material cor beton menandai dimulainya pembangunan jalan.
Kegiatan gebrak yang dilaksanakan di Desa Cendana, menurut Kepala Desa Cendana Sujono dinilai sangat tepat karena diketahui, Desa Cendana merupakan salah satu daerah zona merah di Kabupaten Purbalingga dan masih sangat memerlukan alokasi pembangunan khususnya pengembangan berbagai insfrastruktur untuk menunjang kemajuan meningkatkan kesejahteraan warga desa Cendana.
“Dengan jumlah penduduk 4.830 yang sebagian besar bermata pencaharian petani, dan lainya menjadi karyawan pabrik dan pekerja swasta lainnya, sampai saat ini pegawai negeri di tempat kami hanya ada 3 orang. Pertanian disini adalah pertanian lahan kering karena disini tidak ada sumber mata air, dan setiap tahunnya kami bertanam singkong dan jagung. Maka tepat apabila desa Cendana dikategorikan wilayah zona merah, karena kondisi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa kami yang terbatas,” kata Sujono.
Saat beramah tamah dengan warga sekaligus penyerahan bantuan dari BNI 46 dan berbagai bantuan dari Pemkab Purbalingga berupa 5.755 rasbangga bagi 1.151 kepala keluarga, bantuan alat kesehatan, bantuan PMT Balita, bantuan rehab RTLH dari Baznas Purbalingga untuk Ny. Witem warga RT. 08/04, dan juga bibit tanaman cabe dari Dinas Pertanian Kab. Purbalingga, Plt. Bupati Tiwi meminta tim dari Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kab. Purbalingga untuk segera menginventarisir kebutuhan anggaran untuk pembangunan jalan di dusun Purwodadi Desa Cendana dan apabila memungkinkan akan dialokasikan anggarannya di tahun 2019. (t/humas)
oleh admin | Jun 30, 2018
Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. beserta suami Rizal Diansyah didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga Wahyu Kontardi, SH. dan sejumlah pejabat Pemkab Purbalingga serta pimpinan OPD, bergotong royong bersama warga memulai pembangunan perluasan lapangan Desa Nangkasawit Kecamatan Kejobong. Diawali peletakan batu pertama oleh Plt. Bupati, pembangunan diharapkan selesai pada tahun 2019.
“Dari aspirasi bu Kades Nangkasawit, saya mohon dengan hormat dinas terkait segera mengecek apa yang dibutuhkan dan di tahun 2019 saya akan bantu pembangunan perluasan lapangan desa sehingga dapat diselesaikan, atas sengkuyung warga bergotong royong saya sampaikan tali asih berupa 282 paket rasbangga, dan juga bantuan dari Dinas Pertanian berupa bibit cabe, serta bantuan lain dari Dinas Sosial dan juga Dinas Kesehatan Kab. Purbalingga,” kata Plt. Bupati Tiwi.
Sebelumnya, Plt. Bupati Tiwi memberikan bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) untuk 2 orang warga RT. 07 RW. 04 masing-masing 10 juta rupiah dari PMI Kab. Purbalingga untuk keluarga bpk. Makholik dan juga bantuan dari BAZNAS Kab. Purbalingga untuk bpk. Tumeri. Di kedua lokasi rehab, Plt. Bupati berkenan meletakkan batu pertama menandai dimulainya rehab RTLH, diikuti sejumlah pejabat yang mendampingi.
“Semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik, semoga rumah bapak Makholik dan bapak Tumeri menjadi rumah yang sehat sehingga dapat menciptakan keluarga yang sehat, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah,” katanya.
Usai merehab RTLH dan bergotong royong bersama warga di Lapangan Desa Nangkasawit, Plt. Bupati Tiwi menghadiri kegiatan penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XV dan peringatan hari kesatuan gerak PKK ke 46 Kabupaten Purbalingga tahun 2018 yang dipusatkan di Balai Desa Nangkasawit. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Tiwi sekaligus menutup secara resmi kegiatan BBGRM XV tahun 2018 tingkat Kab. Purbalingga.

Plt. Bupati Tiwi saat rehab RTLH dan bergotong royong bersama warga di Lapangan Desa Nangkasawit.
Dalam laporannya, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Purbalingga melalui Wakil Ketua I Ny. Indri Annas Sumarjo menyampaikan beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan pada BBGRM diantaranya menyelenggarakan gebrak gotong royong missal pada bulan Juni 2018 tinggkat Jawa Tengah, dan juga gotong royong bersama warga di beberapa wilayah secara bergilir.
“Kami mengikuti penilaian pelaksana terbaik gotong royong tingkat provinsi Jawa Tengah dan mendapat juara ketiga atas nama Desa Serang Kec. Karangreja, selain itu pada gotong royong di Nangkasawit ini, kami lakukan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk dan juga penanaman pohon pelindung sejumlah 100 batang bantuan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU PR Kab. Purbalingga,” kata Ny. Annas.
Ny. Annas juga menyampaikan, kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG) PKK tahun 2018 diantaranya adalah gebyar batik di alun-alun Purbalingga pada 12 Mei 2018, pelatihan menjahit bagi kader-kader PKK yang berminat dimulai pada bulan Mei s.d. Juni 2018 sekaligus pemberian bantuan mesin jahit bagi 5 orang peserta pelatihan, pemantauan pelaksanaan IVA test di Puskesmas Kalimanah dan juga berpartisipasi pada kegiatan pasar murah Ramadhan di 4 (empat) lokasi yaitu Desa Karangnangka Kec. Bukateja, Desa Binangun Kec. Mrebet, Desa Jatisaba Kec. Purbalingga dan Desa Tlahab Kidul Kec. Karangreja.
“Selain itu, kami juga memberikan bingkisan kepada janda dan warga kurang mampu di Desa Tidu Kec. Bukateja, Desa Kedungbenda Kec. Kemangkon, dan Desa Sangkanayu Ke.Mrebet serta beranjangsana kepada warga yang tertimpa musibah kebakaran dan juga penderita penyakit kronis,” katanya. (t/humas)
oleh admin | Jun 30, 2018

PKK di Kabupaten Purbalingga harus memberi keteladanan kepada masyarakat untuk lebih peduli kepada sesama. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga, Indri Annas Sumarjo saat melakukan laporan hasil kegiatan di acara penutupan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) di Desa Nangkasawit Kecamatan Kejobong, Jumat (29/6).
Dia mengatakan, semua kader PKK harus mengetengahkan sifat terpuji di masyarakat dan mensosialisasikan keluarga yang aman, tenteram serta damai. Menurutnya, keluarga adalah benteng pertama di masyarakat untuk mencetak generasi yang kokoh berkarakter sehingga bangsa dan negara Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan kuat.
“Jika dalam kehidupan keluarga tertanam rasa tenteram, aman dan damai maka dalam masyarakat yang lebih luas akan tercipta sinergi yang kuat,” katanya.
Dalam laporan tersebut, dia menyampaikan kegiatan yang telah dilakukan seperti peragaan batik yang telah dilkakukan bulan Mei lallu, pelatihan menjahit yang dibimbing BLK yang diikuti anggota PKK dari msing-masing Kecamatan yang ada di Purbalingga. Oleh karena itulah pada kesempatan tersebut juga dibagikan 5 mesin jahit kepada 5 jebolan pelatihan itu.
“Kami bagikan 5 mesin jahit ini dengan tujuan memancing tumbuhnya kemandirian dan berwira usaha kepada masyarakat di Purbalingga,” imbuhnya.
Pada acara itu, Camat Kejobong Suworto menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang telah banyak memfasilitasi infrastruktur di Kecamatan Kejobong. Suwarto berujar, jalan penghubung yang ada di Kecamatan Kejobong relatif bagus dan telah teraspal dengan baik. Dia juga menjelaskan, Desa Nangka sawit khususnya bukanlah Desa dengan kontur tanah yang cocok untuk pertanian. Namun, warga Desa tersebut mampu berdaya dengan kreativits memanfaatkan lahan tegalan yang ada.
Lebih lanjut Suwarto melanjutkan, di Desa tersebut masih ada 56 rumah yang belum layak huni. Dia meyakini jika program Pemkab bisa dilanjutkan secara berkesinambungan makan permasalahan tersebut bisa diselesaikan dengan tuntas. Dengan data tersebut, Suwarto berharap pemkab akan melanjutkan apa yang sudah diprogramkan sehingga berbagai permasalahan kemiskinan akan terselesaikan dengan baik.
“Masih ada 56 rumah yang belum layak huni di Desa ini. Kami yakin jika program rehab RTLH tetap dilanjutkan, permasalahan ini bisa selesai,” pungkasnya. (KP-4)
oleh admin | Apr 17, 2018
Desa Rajawana, Kecamatan Karangmoncol salah satu dari 224 desa di Kabupaten Purbalingga yang dinilai oleh tim evaluasi pemberdayaan desa tingkat kabupaten. Desa Rajawana terpilih menjadi desa yang diusulkan di tingkat kabupaten atas dasar usulan dari Kecamatan Karangmoncol.
“Desa Rajawana ini masuk dalam rangking tiga besar, sehingga mendapatkan kesempatan untuk beradu dengan dua desa lainnya yaitu Desa Karanganyar dan Desa Kalikajar,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Administrasi Desa, Budy Santosa saat acara Penilaian Pemberdayaan Masyarakat Desa Tingkat Kabupaten Purbalingga Tahun 2018 di Balai Desa Rajawana, Senin (16/4).
Desa Rajawana menurut Budy masuk ke dalam kategori desa berkembang dengan nilai di atas 301 sampai 450. Selanjutnya penilaian di Desa Rajawana juga dimaksudkan untuk mengetahui secara langsung tahapan keberhasilan yang dilakukan oleh desa tersebut.
“Terutama dalam pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Jadi kita di sini akan berdialog dan berkomunikasi secara langsung dengan disertai bukti pendukung,” ujarnya.
Desa Rajawana, imbuh Budy pernah menjadi juara pertama perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2006. Dengan prestasi yang pernah diraih, diharapkan ada banyak perubahan kaitannya dengan kemajuan, keberhasilan, dan kemandirian yang diperoleh Desa Rajawana.
“Kita gali lagi dengan diperkuat data-data pendukung apakah ada kemajuannya atau tidak,” terang Budy.
Budy menjelaskan penilaian lomba pemberdayaan masyarakat desa melihat capaian kinerja aparatur desa yang dilaksanakan di berbagai bidang. Bidang yang menjadi pokok penilaian pemberdayaan masyarakat desa yakni bidang pemerintahan, kewilayahan dan kemasyarakatan.
“Tiga bidang ini menjadi tolak ukur penilaian perkembangan desa yang dinilai dan nantinya akan dibandingkan dengan dua desa lainnya,” papar Budy.
Budy berharap dengan adanya lomba pemberdayaan masyarakat desa ini maka Desa Rajawana mempunyai semangat dan dinamika untuk memajukan masyarakatnya. Sehingga, lanjutnya cita-cita untuk mensejahterakan masyarakat dapat tercapai.
Senada dengan Budy, Kepala Desa Rajawana, Mursi Abdullah mengatakan dengan adanya evaluasi dari tim kabupaten berkaitan dengan perkembangan desa dapat meningkatkan kinerja pemerintahan desa. Ia berharap dapat Desa Rajawana dapat menorehkan kembali prestasi dan mewakili Kabupaten Purbalingga baik di tingkat Provinsi maupun Nasional.
“Sehingga ke depan Desa Rajawana bisa lebih maju, menjadi desa yang mandiri, sejahtera dan berdaya saing, serta berakhlakul karimah sesuai dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga,” harap Mursi Abdullah. (PI-7)
Komentar Terbaru