oleh admin | Jun 3, 2016

PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi bersama warga Desa Bobotsari Kecamatan Bobotsari melakukan kerja bhakti bersih lingkungan. Kegiatan yang dikemas dalam program Gebrak Gotong Royong diikuti seluruh warga khususnya di Dukuh Karanggandul desa setempat.
Pada kesempatan itu, Bupati Tasdi dan Wabup Tiwi berbaur dengan masyarakat yang sudah sejak sekira jam 06.00 melakukan bersih lingkungan baik disepanjang jalan lingkungan, pekarangan rumah dan juga lingkungan pekuburan desa.
“Saya berkomitmen untuk mengembangkan kultur atau budaya gotong royong baik di tingkat pemerintahan maupun dilingkungan masyarakat. Karenanya saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan jajaran di wilayah kecamatan Bobotsari ini,” kata Bupati di sela-sela kerja bhakti Gebrak Gotong Royong, Jum’at (3/6).
Menurut Bupati, kegiatan gotong royong seperti dilakukan masyarakat Desa Bobotsari, perlu terus dikembangkan diberbagai tempat. Karena menurutnya, budaya gotong royong seperti diwariskan nenek moyang kita akan meningkatkan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama.
“Saya minta Pak Camat dapat menggelorakan kembali Jum’at bersih dilingkungannya. Termasuk para kepala desa juga melakukan hal yang sama. Saya dan bu Wakil nanti akan berkeliling kerja bhakti bersama masyarakat,” katanya.
Seperti diketahui, selama tiga bulan memimpin Purbalingga,Tasdi – Tiwi rutin menyelenggarakan kegiatan Subuh Berjamaah yang dilaksanakan tiap bulan sekali. Dalam kegiatan itu juga diadakan gotong royong bedah rumah tidak layak huni (RTLH) bersama warga dan seluruh SKPD.
KepalaBadan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) R Imam Wachyudi menuturkan, kegiatan Gebrak Gotong Royong merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM). Selain dilaksanakan di tingkat Kabupaten yang dipusatkan di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, awal Mei lalu, kegiatan serupa juga dilaksanakan di tingkat kecamatan dalam bentuk Gebrak Gotong Royong.
“Kegiatan gotong royong di masyarakat diharapkan berkelanjutan. Bentuknya seperti ini (Gebrak Gotong Royong-red). Dilaksanakan oleh masyarakat secara spontan dan berkelanjutan. Kita harapkan setiap Jum’at dilakukan kerja bhakti seperti ini. Baik di tingkat Kecamatan maupun di desa-desa,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Bobotsari dr Budiarsa mengaku, pihaknya telah rutin menyelenggarakan gerakan kebersihan melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk mendukung upaya mencegah berkembangnya demam berdarah (DB). Kegiatan PSN tersebut dilaksanakan seminggu sekali selama 1 jam di tiap desa dan lingkungan oleh masyarakat.
“Waktunya tergantung kesepakatan masyarakat setempat. Ada yang tiap Minggu, Jum’at atau lainnya. Yang penting dalam satu Minggu, 1 jam digunakan untuk PSN. Kita punya kader dan petugas yang mendampingi,” jelasnya. (Hardiyanto)
oleh admin | Mei 23, 2016

Purbalingga – Pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I tahun 2016 berakhir. Kegiatan yang berlangsung sejak 3 Mei lalu mampu menyelesaikan sejumlah sasaran kegiatan seperti pembangunan makadam sepanjang 1,3 kilometer, pembangunan talud, rehab gorong-gorong, rehab jembatan, dan rabat beton.
“Untuk sasaran non fisik juga telah dilaksanakan sesuai renana melibatkan instansi terkait di jajaran Pemda,” ujar pelaksana proyek Kap. Inf. Yacobus Winarto, saat penutupan TMMD Sengkuyung I di Lapangan Desa Sumilir Kecamatan Kemangkon, Senin (23/5/2016).
Upacara penutupan TMMD dihadiri Bupati Purbalingga Tasdi, Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Ny. Erny Ratnawati Tasdi, Forkompimda Purbalingga dan sejumlah Kepala SKPD serta Pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Kababupaten Purbalingga.
Komandan Kodim 0702 Letkol. Kav. Dedi Safrudin yang bertindak selaku inspektur upacara menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Forkompimda Purbalingga, segenap organisasi masyarakat, para mahasiswa dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto serta semua pihak yang membantu suksesnya pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I TA 2016 di Desa Sumilir.
“Tidak bisa saya sebutkan satu-persatu, karena begitu banyak dukungan untuk kami sehingga pelaksanaan TMMD ini sukses dan selesai tepat waktu,” kata Dedi.
Sementara itu Bupati Purbalingga Tasdi mengapresisasi pelaksanaan TMMD karena sangat membantu percepatan pembangunan terutama pembangunan di desa. Menurutnya, dengan kegiatan membangun desa maka pembangunan di Purbalingga akan lebih merata dan peningkatan kesejahteraan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Ini bukti nyata TNI adalah mitra pembangunan pemerintah, terima kasih atas kontribusinya baik pembangunan fisik maupun pembangunan mental masyarakat Purbalingga,” kata Bupati Tasdi saat meninjau rehab rumah milik Tamiroji, warga setempat.
Kegiatan Penutupan TMMD di Desa Sumilir diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya peresmian jalan makadam, bazaar, pemugaran dan pembangunan rumah tidak layak huni, khitan massal, pelayanan KB dan diakhiri ramah tamah di komplek Balai Desa Sumilir.(Taufiq H
oleh admin | Mei 19, 2016
PURBALINGGA – Bupati Purbalingga Tasdi memasang target tingi dalam pengelolaan duit plat merah. Pencairan dana desa maupun alokasi dana desa (ADD) ditarget bisa cair sebelum Juli sedangkan pembahasan APBD Perubahan ditarget tuntas sebelum akhir Juni.
“APBD 2017, 30 November klir. Desember tinggal menjadi bulan kebahagiaan, dimana proyek-pryek tinggal peresmian,” kata Bupati Tasdi. Ia berkata demikian saat pembukaan pelatihan Tim Pembina Kecamatan Dana Desa Tahun 2016, di Operation Room Graha Adiguna, Rabu 19 Mei 2016.
Sementara itu, Humas Setda Purbalingga merilis bahwa Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) Imam Wahyudi berkata baru 141 desa yang mencairkan dana ADD. Yang lainnya, masih proses penyelesaian berkas.
Bapermasdes sudah memberi peringatan pertama bagi kepala desa yang belum menyerahkan permohonan dan RAB. “Harapan kami sebelum lebaran semua harus sudah cair. Karena didalamnya ada komponen siltap dan iuran BPJS baik BPJS kesehatan maupun ketenagakerjaan,” kata Imam Wahyudi
oleh admin | Mei 16, 2016

Purbalingga – Pasar sayur Sub Terminal Agribisnis (STA) Kutabawa yang berada di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga, saat ini kondisinya sudah tidak layak. Bangunannya sudah lapuk dan kondisinya kumuh.
Pasar ini, menjadi pasar asal pasokan kentang dan cab eke berbagai industry terkemuka seperti Indofood. Selain itu, pasar yang berada di perbatasan Purbalingga – Pemalang ini juga memasok kebutuhan sayuran ke Jawa Barat, Jakarta, Kuningan, Kota Banjar, Cirebon, Wonosobo, Purwokerto dan Purbalingga sendiri.
Bupati Tasdi saat meninjau STA Kutabawa, Senin (16/5/2016) mengatakan pihaknya akan segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali STA Kutabawa. Mengenai alokasi anggaran akan dibahas bersama dewan. Pasar tersebut menurutnya memiliki peran strategis dalam pemasaran produk sayuran dan holtikultura petani lokal.
“Sing penting bupatine is ngerti, dalane bodol, pasare ora nyaman nggo dodol. Saya bersama Ketua Dewan akan segera merealisasikan pembangunan dan rehab STA Kutabawa ini,” katanya dalam rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak PKK (HKG-PKK) ke 44 yang dipusatkan di Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Senin (16/5).
Bupati juga mengajak masyarakat untuk guyub rukun dalam bermasyarakat maupun dalam menjalankan aktifitasnya sebagai pedagang. Karena dengan kerukunan dan kebersamaan akan menjadikan aktifitas di pasar sayur terbesar ini menjadi lebih nyaman dan akan memberikan berkah lebih besar kepada masyarakat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Dinperindagkop), Agus Winarno menuturkan, STA Kutabawa terakhir diperluas tahun 2009. Pasar sayur Kutabawa semula merupakan pasar desa dengan luas 3.482 meter persegi. Namun, seiring dengan banyaknya pasokan sayur dan bertambahnya jumlah pedagang, Pemkab Purbalingga memperluas areal pasar hingga menjadi 8.000 meter persegi.
“Dari luas ini, hampir 80 persen lahan sudah digunakan untuk bangunan kios, los, gudang dan tempat parkir,” jelasnya.
Menurut Agus Winano, keberadaan pasar sayur STA Kutabawa telah menjadi gantungan hidup ratusan pedagang dan petani. Jumlah pedagang los tercatat 60 orang, pedagang kios 26 orang yang menempati 30 kios. Kemudian kantor koperasi menempati 2 unit kios, dan total kios yang ada 40 buah kios.
“Petani pemasok sayuran ke STA Kutabawa berasal dari daerah Karangreja sebanyak 80 petani pengepul, dari kecamatan Bobotsari 32 petani, dan dari Kabupaten pemalang sebanyak 25 petani,” ungkapnya.
Komoditas yang dijual berupa berbagai macam sayuran seperti kol, cesim, luncang, daun bawang, buncis, petsay, seledri, sawi, kentang, cabe, tomat, wortel, dan komoditas hortikultura lainnya. (Hardiyanto)
oleh admin | Mei 11, 2016
PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga sudah mulai menyairkan duit Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016. Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Purbalingga menggelontorkan dana desa itu secara marathon.
“Sampai dengan hari ini sudah ada 114 desa yang sudah mencairkan ADD. Sisanya masih dalam proses,” kata Kepala Bapermasdes R Imam Wahyudi di kantornya, Rabu 11 Mei 2016.
Dikutip dari keterangan presn Humas Pemkab Purbalingga, Imam berkata 110 desa lainnya masih dalam proses. Sebanyak 100 berkas ADD masih digarap di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten, sementara 10 berkas lainnya sudah di proses di Bapermasdes dan DPPKAD.
Bupati Purbalingga, Tasdi memang sudah meminta supaya dana desa segera cair. “Bapermasdes harus melakukan anatomi, membedah apa yang menjadi penyebab belum cairnya ADD. Padahal uangnya sudah ada tetapi belum bisa dicairkan,” kata Bupati Tasdi.
Komentar Terbaru