oleh admin | Jul 29, 2016

PurbalinggaNews – Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah hayuning Pratiwi terlihat bersemangan melakukan kerja bhakti bersama ribuan warga masyarakat Desa Majasari Kecamatan Bukateja. Kerja bhakti yang dikemas dalam program Gebrak Gotong Royong atau Gerakan Bersama Masyarakat untuk melakukan Gotong Royong tiap Jumat pagi mendapat sambutan luar biasa dari warga setempat.
“Bagus. Ini membuktikan masyarakat Majasari masih guyub rukun dan siap membangun Purbalingga bersama saya dan bu Wakil Bupati. Terbukti masyarakat Majasari masih kental kegotongroyongannya,” ujar Bupati Tasdi saat berbaur dengan warga melakukan kerja bhakti pengerasan jalan usaha tani di desa setempat, Jumat (29/7/2016).
Melihat antusias warga, Bupati langsung mengumpulkan para pejabat yang mengikutinya untuk berbaur bersama masyarakat. Bupati yang didampingi istri Ny Erni Tasdi dan Wabup Tiwi bersama suami Rizal Diansyah secara bergantian mengangkut batu krosok dengan gerobak sorong. Sedangkan lainnya memindah batu krosok menggunakan ember kecil secara estafet.
“Saya berterima kasih kepada seluruh yang hadir bergotong royong, saeyeg saekoproyo holopis kuntul baris bareng-bareng makaryo mbangun desa. Kalau desanya maju, Purbalingga juga akan maju,” katanya.
Selain untuk mempererat kebersamaan, Gebrak Gotong Royong juga untuk memaksimalkan gerakan pemberdayaan masyarakat di desa.
Selain pengerasan jalan, bupati dan wabup juga melakukan kerja bhakti kebersihan lingkungan, kerja bhakti kebersihan irigasi tersier, pemantauan jentik nyamuk dan bhakti social pembagian sembako. Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wabup juga menyerahkan secara simbolis pencairan dana PKH (Program Keluarga Harapan) tahap kedua di kepada warga Desa majasari.
“Tahun ini di desa kami terdapat 113 KSM yang memperoleh bantuan PKH. Nilai totalnya Rp 41,9 juta,” kata Kepala Desa Najasari Lukmanudin.
Seperti diketahui, penyaluran dana PKH tahap dua sudah mulai didistribusikan kepada 23.549 KSM dengan total jumlah bantuan se kabupaten Purbalingga Rp 7.551.403.750. Kecamatan Bukateja mendapat alokasi Rp 500.821.250 untuk 1.710 KSM dan Desa Majasari terdapat 113 KSM dengan total bantuan Rp 41.962.500.
Sementara untuk kegiatan pengerasan jalan usaha tani, lanjut mantan anggota DPRD Purbalingga ini, pihaknya menggunakan anggaran dari Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 14 juta. Pengerasan dilakukan dengan batu krosok dan pembuatan tritis jalan dengan volume panjang 100 meter dan lebar 3 meter.
Nantinya jalan yang berada di RT 2 RW 5 desa setempat akan mempermudah masyarakat dalam mengangkut hasil pertanian dari persawahan yang berada lokasi tersebut. Gebrak Gotong Royong di desa itu diakhiri dengan menanam pohon penghijauan di turus jalan yang diapit areal persawahan yang sudah terlihat menghijau. (Hardiyanto)
oleh admin | Jul 22, 2016

Purbalingga – Bupati Purbalingga Tasdi memerintahkan Kepala Puskesmas Kecamatan Kemangkon untuk lebih proaktif menggerakan masyarakat untuk melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Hal itu disampaikan Bupati, menyusul ditemukannya jentik nyamuk di bak kamar mandi salah seorang warga di desa Kedunglegok Kecamatan Kemangkon saat acara Gebrak Gotong Royong yang diadakan di desa tersebut.
“Ini masih ada jentik nyamuknya. Pemilik rumah mana ?, lebih sering dibersihkan nggih Bu, biar bersih dan tidak ada jentik nyamuknya,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Purbalingga Ny. Erni Tasdi saat mendampingi Bupati Tasdi melakukan pengamatan jentik nyamuk di sejumlah rumah warga, Jumat (22/7/2016).
Kegiatan Gebrak (Gerakan Bersama Rakyat) Gotong Royong diawali dengan menanam pohon penghijauan di turus jalan menuju desa Kedunglegok, kemudian kerja bhakti memasang “tretes” jalan lingkungan, pengamatan jentik nyamuk dan pemberian sembako kepada warga kurang mampu.
Kegiatan yang disengkuyung seluruh pimpinan SKPD dan jajaran pemerintah desa se Kecamatan Kemangkon, dimaksudkan untuk membangkitkan lagi semangat bergotong royong baik dijajaran pemerintahan maupun dikalangan masyarakat.
Bupati melanjutkan, selain gerakan pemberantasan sarang nyamuk juga perlu adanya upaya percepatan pemanfaatan jamban keluarga. Karena di wilayah kecamatan Kemangkon, menurut Bupati masih banyak warga yang belum memiliki jamban keluarga.
“Puskesmas dan Kepala Desa saya minta meningkatkan lagi sosialisasi pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat. Termasuk pemanfaatan jamban keluarga PSN secara berkala,” katanya.
Bupati menuturkan, pemkab Purbalingga tahun ini menyiapkan anggaran untuk jambanisasi sejumlah Rp 2,8 miliar. Dana itu dialokasikan untuk menfasilitasi pengadaan jamban sebanyak 4.388 unit jamban. “Tiap keluarga kita fasilitasi pengadaan jamban senilai Rp 600.000,” katanya.
Saat dikonfirmasi dilokasi Gebrak Gotong Royong, Kepala Puskesmas Kemangkon dr RM Martanto Budiarto mengaku sosialisasi PHBS sudah rutin dilakukan baik oleh petugas Puskesmas, Bidan Desa maupun kader kesehatan yang ada ditingkat desa. Termasuk kagiatan PSN juga rutin diadakan. “Kita sudah punya tim. Edukasi kepada masyarakat tidak hanya saat sosialisasi namun dilakukan saat warga memeriksakan kesehatannya di Puskesmas,” jelasnya.
Dikatakan Martanto, Sosialisasi dan edukasi PHBS dilakukan secara berkala di 19 desa yang ada di kecamatan Kemangkon. Hanya dua desa diantaranya yakni Toyareka dan Gambarsari terdapat kasus Demam Berdarah (DB). “Begitu ada informasi DB kita langsung melakukan penyelidikan epidemologi. Termasuk melakukan foging dan menggiatkan PSN,” katanya.
Saat dimintai keterangan jumlah warga yang belum memiliki jamban keluarga, dr Martanto mengaku sudah memiliki datanya. “Silahkan datang saja ke Puskesmas, datanya ada di Puskesmas,” tandasnya. (Hardiyanto)
oleh admin | Jul 18, 2016

Purbalingga– Wakil Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi meminta seluruh Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Purbalingga pada 2017 sudah terakreditasi. Hal itu diungkapkan Wabup Tiwi saat menghadiri Apel Silaturahmi di halaman Kantor Kecamatan Kejobong, Senin (18/7/2016). Harapannya dengan terakreditasinya Puskesmas Rawat Inap yang jumlahnya mencapai 11 Puskesmas, mampu mendukung upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga mampu mendorong meningkatknya Indek Pembangunan manusia (IPM) kabupaten Purbalingga.
“Di Purbalingga terdapat 22 Puskesmas dimana 11 Puskesmas diantaranya adalah Puskesmas Rawat Inap. Sayangnya semua belum terakreditasi. Jadi saya minta tahun 2017 nanti dapat terakreditasi,” katanya didepan jajaran Pemerintah Kecamatan dan Desa se wilayah Kecamatan Kejobong.
Pada kesempatan tersebut, Wabup Tiwi yang didampingi sejumlah pejabat kabupaten juga mengingatkan agar masyarakat di wilayah kecamatan Kejobong terus menggalakan pola hidup bersih dan sehat. Dia menuturkan, dirinya dengan Bupati Tasdi tengah menggalakan adanya Gebrak Gotong Royong yang dilaksanakan setiap Jumat pagi.
“Saya berharap ditingkat desa dan kecamatan juga melaksanakan hal serupa. Pada saatnya kami juga akan mengunjungi desa-desa disini untuk bekerja bhakti bersama-sama,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga dr Nonot Mulyono membenarkan, saat ini 11 Puskesmas rawat inap di kabupaten Purbalingga memang belum terakreditasi. Pihaknya tengah melakukan upaya agar secara bertahap puskesmas rawat inap yang ada mendapat akreditasi.
“Tahun ini kami mendorong 7 Puskesmas Rawat Inap dapat terakreditasi. Tartgetnya pada 2018 terakreditasi seluruhnya,” kata Nonot.
Dia menjelaskan, dari 7 Puskesmas yang tengah melakukan proses pengajuan akreditasi diantaranya adalah Puskesmas Serayu Larangan, Puskesmas Kemangkon, Karanganyar dan Bobotsari. “Yang lainnya kita proses secara bertahap,” jelasnya.
Ditambahkan Nonot, saat ini pihaknya telah membentuk Tim Pendamping Akreditasi dan mengirim tim pendamping itu mengikuti pelatihan pendampingan akreditasi. Selanjutnya, nanti tim pendamping akan melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap 7 Puskesmas Rawat Inap yang dipersiapkan. (Hardiyanto)
oleh admin | Jul 17, 2016

Purbalingga –Dalam upaya untuk mengurangi jumlah warga miskin agar huniannya layak untuk khususnya meningkatkan fungsi rumah sebagai tempat tinggal yang baik, dengan terpenuhinya salah satu kebutuhan dasar berupa rumah layak huni, diharapkan akan tercapai ketahanan keluarga.
Permasalahan Rumah Tidak Layak Huni yang dihuni atau dimiliki warga miskin di Purbalingga memiliki multidimensional dengan jumlah 11,6 persen penduduk. Oleh sebab itu, kepedulian untuk menangani masalah tersebut diharapkan terus ditingkatkan dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat (stakeholder) baik pemerintah pusat maupun daerah, dunia usaha, masyarakat, LSM dan elemen lainnya termasuk gerakan Pramuka.
“Tahun ini pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga memprogramkan sebanyak 2000 rumah RTLH untuk direhab dengan bantuan Rp10 juta perumah dan saya mohon kedepan ada kerjasama dari Parmuka di Purbalingga untuk tingkat pelaksanaanya, karena ini bentuk gotong royong, jadi perlu dibantu dari semua pihak, termasuk dari Pramuka,”pinta Bupati Purbalingga Tasdi saat menyampaikan sambutan pada acara Silaturahmi Keluarga Besar Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Purbalingga di Sanggar Bhakti Minggu (17/7/2016).
Menurut Bupati, di Purbalingga masih ada sekitar 11,6 persen penduduk yang rumahnya tidak layak untuk dihuni (RTLH). Dari jumlah 300 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Purbalingga yang memiliki rumah hanya 241 000 KK, dan 11,6 persen diantaranya tidak layak huni. Sehingga perlu sentuhan-sentuhan dari semua pihak, termasuk gerakan Pramuka. Dan Pemkab Purbalingga sudah mempelopori dengan berbagai gerakan seperti subuh bersama keliling ke desa-desa yang dilanjutkan dengan memugar RTLH. Program gotong royong memugar RTLH sudah empat kecamatan yang terealisasi dengan bedah rumah membangun empat rumah dis etiap desa di setiap kecamatan berlangsung lancar dan sehari jadi.
“Dengan bantuan anggaran Rp10 juta per rumah, anggaran sebanyak itu untuk membuat alas rumah atau membuat lantainya, atapnya atau dindingnya, karena kerusakan setiap RTLH berbeda-beda,”jelasnya.
Bupati menambahkan, program tersebut akan tetap lanjutkan dan pada 11 Agustus 2016 nanti, Gubernur rencananaya akan mencananngkan MURI untuk merehab 1000 RTLH sehari jadi di setiap desa Se-Kabupaten Purbalingga, nantinya masing-masing desa ada lima rumah di 224 desa yang ada di Purbalingga yang akan direhab. Selain itu, untuk lebih meningkatkan peran Pramuka agar terlihat ada gerakan nyata dalam masyarakat, pemkab akan membantu dengan menambah anggaran.
“Nantinya, pramuka juga akan ada anggaran khsusus, sehingga wajah pramuka di masyarakat Purbalingga akan terlihat nyata. Intinya pemkab akan mendukung dan menyengkuyung gerakan Pramuka di Purbalingga dan kami akan berkomitmen untuk memenuhi permintaan kwartir demi peningakatan dan kemajuan Pramuka di Purbalingga,”terangnya. (Sukima
oleh admin | Jun 24, 2016

Purbalingga– Bupati Purbalingga Tasdi dan Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi mengajak masyarakat Kelurahan Kalikabong terus menghidupkan semangat kegiatan gotong royong yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh nenek moyang bangsa Indonesia. Semangat gotong royong itu terus digelorakan melalui berbagai kegiatan seperti Gebrak (Gerakan Bersama Rakyat) Gotong Royong yang diselenggarakan setiap Jum’at oleh Bupati dengan mendatangi wilayah Kelurahan di Purbalingga.
“Saya apresiasi semangat masyarakat dalam bergotong royong. Ini luar biasa. Saya minta semangat gotong royong terus digelorakan di masyarakat,” katanya saat kegiatan Gebrak Gotong Royong di Kelurahan Kalikabong, Kalimanah, Jumat (24/6/2016).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati bersama kader melakukan pemeriksaan jentik sebagai bagian dari program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) ke sejumlah rumah warga. Bupati berpesan agar PSN terus digalakan agar sarang nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan demam berdarah dapat ditiadakan dan Purbalingga segera terbebas dari Demam Berdarah.
Selain PSN, Bupati, Wabup, dan Ketua Tim Penggerak PKK melakukan penanaman pohon mahoni di turus jalan Kelurahan Kalikabong. Kegitan penghijauan itu menjadi yang pertama dari kegiatan Gebrak Gotong Royong yang telah beberapa kali diselenggarakan.
“Ini yang saya tanam yang kecil dulu. Tetapi besok harus diganti dengan yang tingginya tiga meter atau lima meter. Nanti BLH yang menyediakan bibitnya,” katanya.
Gebrak Gotong Royong yang diikuti seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) juga ditandai dengan pemberian bingkisan kepada sejumlah warga lanjut usia. Bupati juga berjanji memberikan bantuan pembuatan kanopi untuk Masjid Jami Al Hasan yang menjadi pusat kegiatan gotong royong warga. (Mumpuni/Hr
Komentar Terbaru