oleh admin | Jun 5, 2017
Purbalingga-, Pendapatan daerah Kabupaten Purbalingga pada APBD perubahan 2017 diperkirakan naik sebesar 2,4 persen atau sebesar Rp 45,65 miliar. Pendapatan yang semula Rp 1,896 triliun diproyeksikan menjadi 1,942 triliun. Kenaikan tersebut ditopang dari kenaikan pendapatan asli daerah sebesar 37,8 persen, dana perimbangan sebesar 3,8 persen dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar 0,3 persen.
Sedangkan untuk anggaran belanja daerah juga diproyeksikan naik sebesar 5,9 persen atau sebesar Rp 120,926 miliar. Anggran belanja tersebut yang semula Rp 2,053 triliun diproyeksikan menjadi Rp 2,174 triliun. Anggaran belanja akan digunakan untuk belanja tidak langsung sebesar Rp 1,138 triliun dan belanja langsung sebesar Rp 880,121 miliar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Purbalingga, Tasdi saat rapat paripurna DPRD terkait nota keuangan rencana perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Purbalingga tahun anggaran 2017, Sabtu (3/6). Pada rapat tersebut juga dibahas rancangan peraturan daerah tentang pertangungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016 serta nota kesepakatan kebijakan umum perubahan APBD, prioritas dan plafon anggaran sementara perubahan APBD 2017.
“Belanja pegawai yang semula dianggarkan sebesar Rp 812,988 miliar diproyeksikan turun sebesar Rp 37,327 miliar atau 4,6 persen menjadi Rp 775,661 miliar, dikarenakan banyaknya pegawai yang pensiun,” kata Tasdi.
Kemudian pada sektor belanja tidak langsung lainnya juga banyak mengalami kenaikan, lanjut Tasdi seperti belanja hibah naik 46,1 persen, belanja bantuan sosial naik 51,5 persen, bantuan keuangan naik 1,7 persen dan belanja tidak terduga naik 55 persen. Sedangkan yang tidak naik belanja subsidi dan belanja bagi hasil kepada pemerintah desa.
“Belanja langsung mengalami kenaikan sebesar 17,7 persen atau sebesar Rp 155,999 miliar, sehingga menjadi Rp 1,036 triliun,” katanya.
Belanja langsung menurut Tasdi akan digunakan untuk membiayai prioritas pembangunan seperti penciptaan landasan yang kokoh untuk pelaksanaan pembangunan sebesar Rp 130,55 miliar. Penegakan dan pelaksanaan empat pilar sebesar Rp 883,656 miliar, pengarustamaan pembangunan berkelanjutan sebesar Rp 9,994 miliar serta dukungan sektor lain secara sinergis sebesar Rp 11,883 miliar.
“Sedangkan untuk penerimaan pembiayaan yang semula Rp 178,182 miliar menjadi Rp 253,643 miliar atau naik 42,4 persen. Kemudian pengeluaran pembiayaan naik 0,9 persen dari Rp 20,939 miliar menjadi Rp 21,126 miliar,” katanya.
Dengan diserahterimakan rencana perubahan, Tasdi berharap pencapaian sasaran program dan kegiatan bisa lebih optimal. Sehingga hasil-hasil pembangunan yang dilaksanakan dapat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu diperlukan dukungan segenap pimpinanan dan anggota DPRD terhadap pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan oleh Bupati beserta jajarannya. (Sap’$)
oleh admin | Jun 5, 2017
Purbalingga
– Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM membantah anggapan kalau dirinya hanya memfokuskan pembangunan disejumlah wilayah tertentu, seperti Karangreja dan Kutasari saja. Bupati Berkomitmen sebagai bupati pilihan seluruh rakyat Purbalingga dirinya sudah memiliki konsep membangun seluruh wilayah kabupaten Purbalingga.
“Kita, Bupati dan Wakil Bupati Purbalingga. Bukan Bupati Karangreja atau Wakil Bupati Kutasari. Lihat saja nanti, semua jalan kabupaten akan kita lebarkan menjadi 7 sampai dengan 9 meter. Semua sudah masuk konsep bagaimana membangun Purbalingga lima tahun kedepan,” ujar Bupati Tasdi saat Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Baitussalam Desa Munjul Kecamatan Kutasari, Minggu malam (4/6).
Konsep peningkatan infrastruktur jalan itu, lanjut Bupati, akan dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kebutuhan, skala prioritas dan ketersediaan anggaran pemda. Selain dua wilayah tersebut, katanya, saat ini kegiatan pelebaran jalan sudah merambah ke wilayah kecamatan Kejobong, Rembang, bobotsari dan sejumlah wilayah lainnya. Seperti ruas jalan Timbang – Kejobong – Bandingan – Gembrungan – Kalikajar – Bancar. Kemudian ruas jalan Pengadegan, ruas jalan Bantarbarang – Losari – Sumampir (Rembang), juga ruas jalan Bobotsari – Banjarsari – Karanganyar – Kertanegara – Karangmoncol.
“Tahun depan, siap-siap di Kecamatan Padamara jalan dari perbatasan Silado ke Purbalingga juga akan kita lebarkan. Setelah jalannya lebar, penerangan jalan juga sudah kita pikirkan,” jelasnya.
Bupati mengakui, peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan memang menjadi prioritas pembangunan kabupaten Purbalingga. Namun demikian bukan jalan saja yang dibangun. Infrastruktur pelayanan masyarakat lainnya seperti Puskesmas, pasar tradisional, sekolah dan pengentasan kemiskinan juga getol dilakukan. Termasuk membangun manusia menjadi sejahtera dan berakhlakul karimah melalui konsep gotong royong juga terus digalakan.
Purbalingga – Tobong Jadi “Jalan Tol”
Dibagian lain Bupati menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas peran dan kerjasama seluruh stakeholder di wilayah kecamatan Kutasari atas kerja keras dan upayanya menyukseskan proses pelebaran jalan Purbalingga – Tobong. Meski awalnya terdapat sejumlah kendala terkait pembebasan tanah, namun melalui pendekatan dan dialog dengan warga akhirnya kegiatan pelebaran jalan Purbalingga – Tobong dapat terealisasi semua.
“Lebaran nanti, jalan Purbalingga – Tobong seperti jalan tol,” katanya.
Di wilayah kecamatan Kutasari, lanjut Bupati, juga akan dilakukan rehabilitasi Pasar Tradisional dan Puskesmas. Rencananya Pasar tradisional Kutasari akan dijadikan dua lantai diantaranya untuk menampung parkir sehingga kemacetan dikomplek pasar dapat teratasi. Sedangkan Puskesmas Kutasari, rencananya akan dipindah ke lokasi terminal dan akan dibangun menjadi Puskesmas Rawat Inap.
“Perubahan (APBD-red) nanti, ruas jalan dari pasar Kutasari – Beji akan mulai dilebarkan menjadi 7 meter. Agustus nanti mulai digarap,” tambahnya.
Bupati juga berpesan agar suasana ramadhan di wilayah kecamatan Kutasari terus dijaga agar kondusif, termasuk menjaga agar peredaran petasan jangan sampai bertaburan di Kutasari. Saat lebaran nanti banyak para pemudik yang pulang kampung. Kondisi tersebut juga agar dijaga jangan sampai bersinggungan yang dapat mengakibatkan perkelahian masal dan persoalan sosial lainnya.
Selain tim Tarling I yang dipimpin langsung oleh Bupati, Tim Tarling 2 yang dipimpin Wakil Bupati Dyah Hayuning Pratiwi pada waktu yang sama juga melaksanakan Tarling di Masjid Baitul Arqom Desa Gumiwang Kecamatan Kejobong. (Hr/pri)
oleh admin | Mei 18, 2017
Banyaknya warga Purbalingga yang tinggal di daerah pegunungan, menyebabkan warga kesulitan untuk memperoleh akses ke luar tempat tinggalnya memenuhi kebutuhannya. Keadaan tersebut memaksa warga untuk hidup seadanya dan hidup dalam keadaan serba kekurangan. Hal inilah yang mendorong Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH. MM. membangun infrastruktur jalan membuka akses bagi daerah-daerah terisolir.
“Saya Bupati Purbalingga, bukan Bupatine si A, atau Bupatine wilayah tertentu, maka pembangunan di Purbalingga harus merata, tidak hanya di kota, namun juga bisa sampai ke pelosok Purbalingga,” kata Bupati Tasdi.
Bupati Tasdi menyampaikan hal tersebut dalan kegiatan subuh berjamaah di masjid Al Muttaqien Dusun Adireja Desa Tlahab Lor Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, Rabu pagi (17/05). Selanjutnya, Bupati yang didampingi Ketua DPRD Purbalingga H. Tongat SH. MM, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Erny Widyawati Tasdi., S.Sos., segenap Forkompimda dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Purbalingga melaksanakan gebrak gotong royong dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di desa setempat.
Selanjutnya Bupati Tasdi juga menyampaikan, pemerintah akan membuka akses bagi daerah-daerah terisolir terutama di wilayah yang sulit terjangkau seperti di dusun Cumbut Desa Tlahab Lor yang selama ini warganya kesulitan ketika hendak menjangkau fasilitas pendidikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Dari seluruh jalan yang menghubungkan antar kecamatan dan juga antar desa, akan seluruhnya dilebarkan, dengan harapan dari jalan yang lebar akan memudahkan akses dan lalu lintas warga sehingga akan menumbuhkan kegiatan perekonomian masyarakat.
“Kalau jalan kecamatan akan dilebarkan minimal 9 meter dan lainnya 7 meter, nantinya di jalan-jalan yang sudah dilebarkan juga dipasangi lampu penerang, jadi tidak hanya omber tapi juga padang, supaya masyarakate pada bombong ora peteng bae,” lanjut Bupati Tasdi.
Menuju lokasi gebrak gotong royong, Bupati Tasdi dan rombongan disambut antusias masyarakat yang turut melaksanakan gotong royong. Sebelum memulai kerja bhakti, Bupati senam maumere yang dipandu tenaga kesehatan Puskesmas Karangreja, kemudian menanam pohon, membersihkan area makam dan juga tempat pembuangan sampah warga.
Dalam kegiatan tersebut, direhab 6 RTLH di Desa Tlahab Lor yang yang merupakan bantuan dari Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) masing-masing untuk Sarminah warga RT.01/06 dan Rasdi RT.03/06,dari RSU Harapan Ibu Purbalingga untuk Tarsiyah RT.03/07, dari PMI Purbalingga untuk ibu Minggu RT.01/07 dan bantuan rehab RTLH dari elzatta Purbalingga untuk Warnudi Nyana RT.03/06 serta bantuan rehab dari dana desa untuk Marsono warga RT.02/08.
Setelah kegiatan rehab, Bupati Tasdi dan rombongan beramah tamah dengan warga Tlahab Lor di balai desa setempat sekaligus memberikan bantuan pangan 436 rasbangga, bantuan untuk 50 anak fakir miskin dari BAZNAS Purbalingga, bantuan makanan tambahan bagi ibu hamil dan juga alat pertanian bagi kelompok tani Krida Tani yang diterima Bpk. Kurdi, dan bantuan bibit cabe bagi masing-masing kadus. Selanjutnya bersama Ny. Erny, Bupati Tasdi meresmikan gedung PKK desa dan juga peletakan batu pertama pembangunan mushola balai desa Tlahab Lor yang rencananya akan dibangun bersebelahan dengan gedung PKK. (th/HR)
oleh admin | Mei 10, 2017
Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Gotong Royong menjadi kegiatan rutin bagi Bupati Purbalingga H. Tasdi, SH, MM bersama jajarannya di Pemkab Purbalingga. Selain untuk membangun silaturahmi dengan masyarakat, gebrak Gotong Royong juga untuk menumbuhkan kembali tradisi gotong royong di masyarakat.
Pada kegiatan Gebrak Gotong Royong di Desa Baleraksa Kecamatan Karangmoncol, Selasa pagi (9/5), Bupati Tasdi tak canggung memegang cangkul untuk bersama-sama masyarakat setempat membuat jaringan pipanisasi pembangunan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). “Ayo maculnya bareng-bareng,” kata Bupati memberikan komando kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan masyarakat yang bergotong royong.
Kepala Desa Baleraksa Ali Mudawam menuturkan, pembangunan Pamsimas di desanya bakal menghabiskan biaya mencapai Rp 990,7 juta. Dana itu berasal dari APBN Rp 245 juta, APBDes Rp 675.742.000, In Cash Rp 56 juta dan dana In Kind Rp 14 juta.
“Nantinya kalau selesai dibangun, akan mampu melayani 360 KK terdiri dari 1.540 jiwa. Ini rencana penambahannya. Sebelumnya akses awal air minum sudah melayani 4.609 jiwa,” jelas Ali Mudawam.
Bupati Purbalingga Tasdi mengapresiasi kegotongroyongan yang masih tumbuh subur di desa Baleraksa. Karenanya, saat beramah-tamah dengan masyarakat setempat, Bupati memberikan tambahan bantuan dana Rp 100 juta untuk pembangunan Pamsimas dan program-program lainnya yang dilaksanakan desa.
“Silahkan nanti Pak Kades dan BPD rempugan uang Rp 100 juta untuk apa terserah. Untuk nambaih pamsimas monggo, atau yang lainnya juga monggo. Dirembug bareng-bareng,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi prakarsa desa dalam memberikan bantuan Rp 10 juta untuk rehab rumah tidak layak huni bagi warga yang belum tersentuh program dari kabupaten. Menurut Tasdi kegitan itu menjadi wujud nyata dukungan pemerintah desa terhadap upaya pemda mengentaskan lebih dari 27 ribu rumah tidak layak huni atau kurang sehat.
“Saya berterimakasih atas gerakannya, nanti tidak hanya satu rumah saja namun setiap desa dapat menganggarkan rehab RTLH antara 3 – 5 rumah,” katanya.
Selain kerja bhakti pembangunan jaringan Pamsimas dan rehab RTLH, gebrak gotong royong yang diikuti ribuan warga juga melakukan kegiatan tanam pohon turus jalan, PSN dan Gerakan Macan Manis (Mama Cantik Menanam Cengis). Sedikitnya ada 200 bibit cengis yang diberikan secara simbolis oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Purbalingga Ny. Erny Widyawati, S.Sos.
Bupati juga menyerahkan bantuan Beras Purbalingga (Rasbangga) kepada masyarakat kurang mampu sebanyak 487 kantong Rasbangga masing-masing berisi 5 kg. Bantuan lainnya berupa 2 buah kursi roda, bantuan makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita serta santunan yatim piatu dari Baznas Purbalingga. (Hr)
oleh admin | Mei 5, 2017
Kegiatan sunatan massal merupakan salah satu penutup dari kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap I Tahun 2017. TMMD Tahap I untuk Kabupaten Purbalingga dilaksanakan di Desa Grantung Kecamatan Karangmoncol. Penutupan dipusat di lapangan Desa Grantung, yang diikuti unsur TNI/Polri, Hansip, Ormas Kepemudaan, Perangkat desa, mahasiswa dan anak sekolah, Kamis (4/5).
Dari data tim kesehatan, sunatan massal diikuti oleh 11 anak. Selain sunatan juga dilaksanakan KB implan yang diikuti oleh 37 orang ibu, serta pengobatan massal. Semua kegiatan dilaksanakan secara gratis. Untuk peserta sunatan massal diberi satu buah sarung dan baju muslim serta bingkisan dan uang dari Wakil Bupati dan Dandim 0702 Purbalingga. Kemudian Wakil Bupati juga memberikan 100 paket sembako kepada janda miskin di desa Grantung.
Perwira seksi teritorial, selaku perwira proyek, Kapten Arm. Kadi Suryanto dalam laporannya mengatakan kegiatan fisik yang telah dilakukan yakni pembuatan jalan makadam sepanjang 1.500 m x 3 m, gorong-gorong sebanyak 4 buah dengan volume 80 cm x 100 cm dan pemugaran rumah tidak layak huni RTLH sebanyak 21 rumah.
” Selain kegiatan fisik, kegiatan non fisik juga telah dilaksanakan antara lain penyuluhan mental ideologi, kesadaran berbangsa dan bernegara, Kamtibmas, kesra dan pertanian,” katanya.
Komandan Kodim 0702 Purbalingga, Letkol Kav. Dedi Safrudin saat membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) mengatakan pelaksanaan TMMD merupakan refleksi dalam mengatasi persoalan-persoalan masyarakat. TMMD merupakan roh manunggalnya masyarakat dan TNI sebagai pembentukan pertahanan rakyat semesta.
“Program dimulai sejak tahun 1980 yang dikenal dengan AMD, terus dilakukan berbagai perubahan ke arah yang lebih baik, hal ini dilakukan agar TMMD bisa memberikan manfaat yg lebih tepat. TMMD yang biasanya hanya, 2 kali dalam setahun tahun kali ini menjadi 3 kali. Hal tersebut karena untuk menumbuhkan kembali budaya gotong royong,” katanya.
Selain menumbuhkan semangat kegotongroyongan TMMD, lanjut Dedi TMMD mempunyai fungsi untuk juga menjaga disintegrasi bangsa, membendung terorisme, menangkal kebanjiran komunisme gaya baru, pencegahan bahaya narkoba, serta menjaga kekuatan wilayah dalam kedaulatan NKRI. TMMD juga bertujuan agar rakyat tidak mudah terprovokasi.
“Setelah TMMD berlalu diharapkan masyarakat akan selalu memelihara semangat gotong royong, dan selalu memelihara hasil TMMD,” pungkasnya.
Data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermasdes) anggaran yang dibutuhkan untuk kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap I tahun 2017 sebesar Rp 800 juta. Yang berasal dari dana APBD Purbalingga sebesar Rp 600 juta dan Bantuan Gubernur (Bangub) sebesar Rp 200 juta. Kemudian untuk rencana tempat TMMD tahap 2 akan dilaksanakan di Desa Pagerandong, Kecamatan Kaligondang dan untuk tahap 3 di Desa Karangcegak Kecamatan Kutasari. (Sap’S).
Komentar Terbaru