Kunjungi PAUD Surya Kencana, Plt. Bupati Akan Bantu Bangun Talud

Kunjungi PAUD Surya Kencana, Plt. Bupati Akan Bantu Bangun Talud

 

Plt. Bupati Dyah H. Pratiwi saat beramah tamah dengan pengelola PAUD /Kelompok Bermain (KB) Surya Kencana Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan, Fitri Pujiastuti dan orangtua siswa, Kamis (27/12).

Tebing dengan kondisi rawan longsor, dan selalu kebanjiran apabila datang hujan, membuat Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. MM. segera menginstruksikan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga segera melakukan penanganan pada kondisi yang memprihatinkan tersebut.

“Kebetulan saya membawa serta pejabat Pemkab Purbalingga, nantinya dicatat apa yang diperlukan dan mudah-mudahan nanti di awal tahun 2019 segera dapat ditindaklanjuti,” kata Plt. Bupati Dyah H. Pratiwi saat beramah tamah dengan pengelola PAUD /Kelompok Bermain (KB) Surya Kencana Desa Tegalpingen Kecamatan Pengadegan, Fitri Pujiastuti dan orangtua siswa, Kamis (27/12).

Sebelumnya, Fitri selaku pengelola PAUD menyampaikan bahwa kondisi PAUD Surya Kencana selalu kebanjiran saat hujan, air langsung masuk ke dalam ruangan PAUD karena tidak adanya talud serta saluran air pada tebing di sebelah bangunan PAUD, hal itu sangat mengganggu proses pembelajaran siswa.

“Kalau hujan, PAUD kebanjiran dan halaman PAUD becek karena masih berlantai tanah, mudah-mudahan Pemkab dapat membantu pembangunan talud juga pavingisasi halaman PAUD sehingga para siswa nyaman bersekolah,” kata Fitri.

Kunjungan Plt. Bupati ke PAUD Surya Kencana mengawali serangkaian kegiatan gebrak gotong royong bersama masyarakat Desa Tegalpingen, dengan didampingi Ketua DPRD Tongat SH. MM., Sekretaris Daerah Wahyu Kontardi, SH. serta sejumlah pejabat Pemkab Purbalingga.

Kegiatan dilanjutkan gotong-royong bersama warga melakukan pengerasan jalan masuk area lapangan, membersihkan lingkungan lapangan serta penanaman pohon di sekitar lapangan desa Tegalpingen. Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati beserta rombongan mengunjungi keluarga penerima bantuan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dari alokasi dana desa atas nama Subarno warga RT.04 RW.02 dan juga kelurga bpk. Sutarman warga RT 03 RW 04. (t/humpro2018)

TMMD Sengkuyung Tahap III Pacu Semangat Membangun Desa Tanpa Meninggalkan Kearifan Lokal

TMMD Sengkuyung Tahap III Pacu Semangat Membangun Desa Tanpa Meninggalkan Kearifan Lokal

Plt. Bupati Tiwi dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0702/Purbalingga Letkol. Inf. Andi Bagus Dian Arika berfoto bersama warga usai upacara pembukaan TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2018 Kabupaten Purbalingga yang dipusatkan di Desa Makam Kecamatan Rembang, Senin (15/10).

Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 103 dan Sengkuyung Tahap III tahun 2018 kembali digulirkan. Diharapkan melalui TMMD sengkuyung tahap III dapat merawat gotong royong, memacu kreatifitas dan prakarsa masyarakat untuk membangun desa tanpa meninggalkan kearifan lokal.

“Hari ini kembali semangat gotong royong makin mantap terasa dan kentara pada pembangunan desa, monggo sedaya sami sayuk guyub rukun, saiyeg saekapraya bebarengan mbangun desa melalui TMMD,” demikian disampaikan Plt. Bupati Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. MM. membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, SH. M.IP. pada upacara pembukaan TMMD Sengkuyung tahap III tahun 2018 Kabupaten Purbalingga yang dipusatkan di Desa Makam Kecamatan Rembang, Senin (15/10).

Plt. Bupati Tiwi melanjutkan, TMMD adalah program yang membanggakan karena tetap konsisten pada program-program pemberdayaan dan pembinaan usaha ekonomi kerakyatan agar maju dan berdaya saing, serta mendorong kemandirian pangan dengan pemanfaatan lahan pekarangan.

“Hal lain yang membuat saya bangga, TMMD sangat intens mengedukasi masyarakat akan nilai Pancasila, dan siap memperkuat banteng perlindungan dan perlawanan terhadap aksi yang mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia seperti aksi radikalisme, terorisme dan narkoba dan semangat ini harus diviralkan kepada seluruh warga bangsa Indonesia,” katanya.

Pembukaan TMMD sengkuyung tahap III dimulai dengan upacara yang dilaksanakan di lapangan desa Makam, dihadiri segenap Forkopimda Purbalingga, Sekretaris Daerah beserta pejabat Pemkab Purbalingga, para pimpinan OPD, para camat, organisasi masyarakat, organisasi pemuda dan juga warga Desa Makam Kecamatan Rembang.

Dalam upacara tersebut, Plt. Bupati Tiwi dan juga Komandan Distrik Militer (Dandim) 0702/Purbalingga Letkol. Inf. Andi Bagus Dian Arika menandatangani naskah program TMMD Sengkuyung tahap III dan secara simbolis Plt. Bupati menyerahkan peralatan kerja kepada perwakilan anggota SST dan Linmas.

Usai upacara, Plt. Bupati Tiwi menyerahkan bantuan rehab RTLH dari CSR PT. Shung Chang Purbalingga bagi dua warga Makam yaitu Ginanjar warga RT.05 RW.04 dan juga Ismanto warga RT.06 RW.04, ditambahkan bantuan sembako dan tambahan 20 zak semen untuk masing-masing penerima rehab RTLH, serta menyerahkan bantuan dari Pemkab Purbalingga.

Bantuan lainnya dari Pemkab Purbalingga berupa 1400 batang bibit cabai, 2 buah alat pertanian, 12 buah alat bantu dengar, kursi roda dan alat bantu jalan (krek), PMT ibu hamil dan balita, bantuan program bekerja bagi 162 RTM, berupa 8.100 ekor ayam, 972 zak pakan dan obat-obatan serta 642 kantong rasbangga. Selanjutnya Plt. Bupati Tiwi berkenan meninjau lokasi pembangunan TMMD dan beramah tamah dengan warga Desa Tanalum, Panusupan, Makam dan juga warga Sumampir di jembatan sungai Bodas yang menjadi akses warga empat desa tersebut.

Sebelumnya, perwira seksi territorial Kapt. Arm. Untung Budiyono selaku pimpinan proyek TTMD Sengkuyung tahap III melaporkan bahwa kegiatan TMMD dengan anggaran Rp. 500 juta rupiah menyasar pembangunan fisik berupa pembangunan makadam, drainase, gorong-gorong, talud dan pembangunan pelebaran drainase. Sedangkan sasaran pembangunan non fisik dalam bentuk penyuluhan kepada masyarakat berupa penyuluhan bidang mental ideology, kesadaran berbangsa dan bernegara, kamtibmas, kesejahteraan rakyat dan bidang pertanian dengan personil pendukung sejumlah 95 orang dan 13 orang mahasiswa Unsoed Purwokerto. (t/ humas)

TMMD Sengkuyung Tahap III, Bakal Dilaksanakan Di Desa Makam

TMMD Sengkuyung Tahap III, Bakal Dilaksanakan Di Desa Makam

 

Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus Diyan Arika SIP dalam pertemuan Rapat Kordinasi Teknis TMMD Sengkuyung Tahap III di Pendopo Cahyana, Jumat (12/10).

Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Kabupaten Purbalingga Tahun Anggaran 2018 bakal dilaksanakan di Desa Makam, Kecamatan Rembang. Hal itu disampaikan oleh Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Andy Bagus Diyan Arika SIP dalam pertemuan Rapat Kordinasi Teknis TMMD Sengkuyung Tahap III di Pendopo Cahyana, Jumat (12/10).

“Penunjukan Desa Makam sebagai sasaran TMMD Sengkuyung Tahap III ini adalah berdasarkan usulan dari masyarakat desa yang diwadahi oleh Pemda, disetujui dan dianggarkan di tahun 2018 ini. Desa Makam dipilih karena untuk memeratakan program-program pembangunan,” ungkapnya.

Selain latarbelakang alokasi anggaran, dipilihnya Desa Makam ini juga karena partisipasi masyarakat cukup tinggi. Terbukti sudah 2 pekan ini telah berlangsung Pra-TMMD dengan peran serta langsung masyarakat. Selain itu juga sasaran fisik yang akan dikerjakan merupakan jalan penghubung antar desa, yang jika dimaksimalkan akan terasa manfaatnya bagi roda perekonomian masyarakat.

TMMD Sengkuyung Tahap III ini akan berlangsung selama 30 hari yakni mulai tanggal 15 Oktober hingga 13 November 2018 mendatang. Andy merinci ada 5 kegiatan fisik yang akan dikerjakan dalam TMMD kali ini.

Diantaranya Pembangunan jalan Makadam dengan volume : 455 m X 5 m; Pelebaran Jalan dengan volume : 455 m X 5 m; Pembangunan Drainase dengan volume : 100 m X 0,40 m X 0,30 m; Pembangunan Gorong-Gorong dengan volume : 0,40 m X 5 m = 3 Unit; serta Pembangunan Talud dengan volume : 100 m X 2 m. Dalam giat fisik ini akan dilaksanakan oleh 95 orang, terdiri 50 orang masyarakat, personel Kodim 0702, Tibmas Polres Purbalingga, Bappelitbangda Purbalingga, Dinpermasdes, DPU PR.

“Saat ini masyarakat sudah mulai menebang pohon-pohon mereka untuk pelebaran jalan, mereka sudah ada kesadaran bahwa ini untuk kepentingan bersama. Selain itu pada pra-TMMD ini juga sudah ditempatkan alat berat untuk mempercepat pelaksanaan,” katanya.

Andy menjelaskan, TMMD Sengkuyung berbeda dibanding dengan TMMD Reguler. Teknis pelaksanannya sama, sedangkan yang membedakan adalah dukungan anggarannya. TMMD regular menggunakan anggran dari TNI, sedangkan TMMD Sengkuyung atau Imbangan ini menggunakan anggaran dari pemerintah daerah, baik kabupaten maupun provinsi.

“Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap III ini dianggarkan sebanyak Rp 500 juta. Terdiri dari Rp 187,2 dari APBD provinsi dan Rp 312,8 dari APBD Kabupaten,” katanya.

Sementara itu Plt Bupati Purbalingga yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Drs Agus Winarno MSi menyampaikan TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang penanganannya melibatkan semua unsur terkait secara integral dengan sasaran program baik pembangunan fisik maupun non fisik.

“Saya berharap ke depan kegiatan TMMD di Kabupaten Purbalingga semakin baik dengan kegiatan fisik dan non fisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat sehingga diharapkan dapat mengakselerasi pencapaian kesejahteraannya,” katanya.

Ia juga berpesan agar masing-masing pihak hendaknya dapat memanfaatkan TMMD sebagai wahana meningkatkan kemanunggalan tni dengan rakyat. Hasil kegiatan ini baik yang berupa fisik maupun non fisik agar senantiasa terus dipelihara dan ditingkatkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Senantiasa memahami situasi dan kondisi serta berbagai aspirasi yang berkembang sehingga dapat mengakomodasikannya guna membantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Ciptakanlah iklim yang kondusif sehingga masyarakat yang terlibat dapat secara sadar dan ikhlas mendukung kegiatan TMMD sampai selesai,” lanjutnya.(Gn/Humas)

Proyek APBD-APBDes Tahun 2017 Dapil II Diresmikan

Proyek APBD-APBDes Tahun 2017 Dapil II Diresmikan

Setelah meresmikan proyek-proyek APBD-APBDes di Daerah Pemilihan (Dapil) V, Dapil III dan Dapil I, Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE. B.Econ. MM. kembali meresmikan proyek-proyek APBD-APBDes tahun anggaran 2017 di Dapil II yang meliputi Kecamatan Bojongsari, Kutasari, Padamara dan Kalimanah. Peresmian proyek tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang diawali dengan subuh berjamaah di Masjid Al Mukmin, dilanjutkan kegiatan gebrak gotong royong dan juga kegiatan Bupati Tilik Desa bertempat di Desa Pekalongan Kecamatan Bojongsari, Selasa (27/11).

Plt. Bupati Purbalingga memberikan bantuan rehab RTLH dalam rangkaian acara Gebrak Gotong Royong dan peresmian proyek, Selasa (27/11).

Dalam laporannya, saat peresmian proyek yang ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Plt. Bupati di depan balai desa Pekalongan, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Purbalingga Drs. Widiyono, M.Si. menyampaikan anggaran belanja langsung yang dialokasikan di Dapil II sejumlah Rp. 22.725.700.000.,- yang terinci untuk Kecamatan Bojongsari sejumlah Rp. 3.496.393.000.,- untuk membiayai 5 kegiatan, Kutasari Rp. 9.243.270.000.,- membiayai 4 kegiatan, Padamara Rp. 3.685.395.000.,- membiayai 8 kegiatan.

“Sedangkan untuk Kecamatan Kalimanah sejumlah Rp. 5.855.419.000.,- dan digunakan untuk membiayai 4 kegiatan,” kata Widiyono.

Sedangkan untuk dana APBDes yang dipergunakan untuk pembangunan, lanjutnya, terinci untuk Kecamatan Bojongsari Rp. 8.716.532.721.,- untuk membiayai 83 kegiatan yang tersebar 13 desa, Kec. Kutasari Rp. 10.984.293.877.,- untuk membiayai 52 kegiatan di 14 desa, Kec. Padamara Rp. 10.411.314.310.,- untuk membiayai 56 kegiatan di 13 desa.

“Adapun APBDes dalam wilayah Kecamatan Kalimanah sebesar Rp. 10.273.349.785.,- untuk membiayai sebanyak 67 kegiatan yang tersebar di 14 desa,” terangnya.

Antusiasme warga masyarakat desa Pekalongan pada kegiatan Bupati Tilik Desa mendapat apresiasi Plt. Bupati Dyah H. Pratiwi. Dan dalam kesempatan tersebut Plt. Bupati berjanji akan memberikan alokasi bantuan khusus sejumlah Rp. 100 juta untuk desa Pekalongan pada tahun anggaran 2019. Sebelumnya, Plt. Bupati ikut bergotong royong bersama warga dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan pendopo desa yang mendapatkan bantuan khusus tahun 2018 sejumlah Rp. 150 juta.

“Mudah-mudahan dengan pemberian bantuan khusus, geliat pembangunan makin meningkat dan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat desa Pekalongan,” kata Plt. Bupati Dyah H. Pratiwi. (t/ humpro2018)

Perangkat Desa Ikuti Pelatihan S.I.D

Perangkat Desa Ikuti Pelatihan S.I.D

Perangkat Desa di Kabupaten Purbalingga ikuti Pelatihan SID, Rabu (24/10)

Perangkat desa dan pegiat media sosial di Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan pelatihan Sistem Informasi Desa yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purbalingga. Dari 224 desa yang ada dibagi kedalam dua gelombang pelatihan yakni (24/10) dan (25/10) yang masing-masing terdiri dari 112 perangkat desa ditambah dengan pegiat media sosial.

“Ini rangkaian dari dua kegiatan, hari kemarin (23/10) itu sosialisasi pengembangan SID, dimana kemarin itu kita memberikan pengenalan apa itu SID kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan juga pegiat sosial di desa,” kata Kepala Seksi (Kasi) Administrasi Desa pada Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Sapto Wasono saat ditemui pada acara Pelatihan SID di Aula PGRI Kabupaten Purbalingga, (24/10).

Ia menjelaskan setelah diberikan pengenalan terkait SID, kini perangkat desa dan pegiat media sosial dilatih untuk mengisi konten pada SID. Para peserta pelatihan dilatih untuk membuat sebuah berita dan diajarkan cara mengolah data menggunakan aplikasi Sistem Informasi Desa dan Kawasan (Sideka).

“Sehingga untuk narasumbernya dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purbalingga untuk menjelaskan bagaimana cara membuat berita yang benar dan dari Relawan Teknologi, Informasi dan Komunikasi (RTIK) Provinsi Jawa Tengah terkait Sidekanya,” jelas Sapto.

Para peserta diberikan pengetahuan terkait penulisan berita yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Para peserta harus bisa memunculkan potensi desa dari berita yang dibuatnya dengan mendasari fakta dan gambar sesuai dengan isi berita tersebut.

“Dalam artian sesuai kaidah sebuah berita bukan berita hoaks tapi memang berita mendasari fakta, juga mereka diajari bagaimana mengambil gambar karena berita tanpa gambar apalagi nanti itu akan diposting di website desa yang tidak hanya tulisan harapannya ada gambar,” ujarnya.

Menurutnya, perangkat desa dan pegiat media sosial memang harus diberikan teknik mengambil gambar yang baik. Mereka harus bisa mengambil momen pengambilan foto yang baik sehingga hasil fotonya memiliki pesan sesuai berita yang nanti akan ditulisnya.

“Ternyata mengambil gambar katanya temen2 wartawan itu juga ada tekniknya tidak sembarang ambil foto. Bukan selfie tapi bagaimana foto itu bisa bercerita banyak tanpa banyak tulisan tapi foto itu bisa menceritakan,” ungkap Sapto.

Setelah pelatihan selesai, peserta diajak untuk mempraktekan secara langsung pembuatan berita yang ringkas terkait pelatihan disertai dengan pengambilan gambar yang menarik sesuai dengan isi berita. Setelah mereka mampu untuk membuat berita maka website desa yang ada bisa terisi dengan berbagai macam informasi dan berita terkait desa tersebut.

“Makanya Dinkominfo Purbalingga kita undang hari ini harapannya untuk bisa memberikan penjelasan dan mungkin nanti bisa mengkritisi,” terangnya

Jadi para peserta pelatihan SID tidak hanya dilatih membuat berita tapi juga bagaimana peserta bisa mengolah data yang ada di desa secara valid. Sehingga setelah nanti website desanya telah dibuka, ia mengharapkan data yang ditampilkan merupakan data yang telah diolah bukan data mentah.

“Karena data mentah itu sesuai ketentuan perundang-undangan menjadi data rahasia kaya data kependudukan itu tidak boleh ditampilkan by name by address di website desa,” pungkas Sapto. (PI-7)