GEBRAK GOTONG ROYONG DI SERAYULARANGAN, MREBET, PURBALINGGA

GEBRAK GOTONG ROYONG DI SERAYULARANGAN, MREBET, PURBALINGGA

GRAND OPENING PASAR WISATA LOHJINAWI

DESA SERAYULARANGAN KEC.MREBET KAB. PURBALINGGA

Hari itu Minggu 9 Pebruari 2020 menjadi hari yang spesial bagi masyarakat Desa Serayularangan Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. Pasalnya di desa yang mayoritas penduduknya bertani ini dijadikan lokasi Gerakan Bersama Rakyat atau akrab dikenal dengan Gebrak Gotong Royong.

Warga masyarakat mulai berdatangan sejak pukul 06.00 WIB. Tua muda berbondong-bondong memarkir kendaraannya masing-masing, lalu berjalan menuju pasar baru, yaitu pasar LOHJINAWI, yang sebentar lagi akan diresmikan oleh Bupati Puralingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Ekon, MM. Seluruh warga bergeliat. Bahkan, di halaman pasar LOHJINAWI, tampak ibu-ibu PKK sudah berkeringat dengan kegiatan senam pagi.

Bupati menyampaikan sambutan (foto dok/Sumarno/PPID)

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, SE, B.Ekon, MM yang hadir bersama suaminya, Rizal Diansyah, SE sebelum memberikan sambutan lebih dahulu menandatangani prasasti Pasar LOHJINAWi sebagai pasar baru yang menjadi icon kebanggaan masyarakat setempat.

Bu Tiwi, demikian panggian yang sudah populer, merasa senang melihat warganya tampak guyub rukun, yang dengan terselenggaranya kegiatan Gebrak Gotong Royong, dirangkai dengan peresmian pasar LOHJINAWI akan membuat Desa Serayularangan Kecamatan Mrebet makin berpeluang menggeliatkan ekonomi kerakyatan. Dikatakan, dengan kegiatan gotong royong ini diharapkan mampu membangkitkan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang ada di Desa Serayularangan. Menurutnya, gotong royong dirasakan sangat penting sebagai pengejawantahan dari pancasila. Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa kita. Ada lima sila dalam pancasila yang ketika dirangkum jadilah gotong royong. Karena itu, bagi kita masyarakat yang mengaku sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang mengaku cinta Indonesia, dan cinta pancasila, sudah barang tentu harus bisa melestarikan semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.

Sebelum meninjau pasar LOHJINAWI untuk kegiatan gebrak gotong royong ini, Bupati sempat menuturkan, bahwa dirinya bersama rombongan, sekitar pukul 04.30 WIB berangkat dari pendopo menuju ke pasar pagi Bobotsari, kemudian lanjut ke pasar LOHJINAWI.

“ Jadi, hari ini temanya road show safari dari pasar ke pasar. Dengan kegiatan gebrak gotong royong ini, kita bisa melihat dari dekat geliat gotong royong, geliat ekonomi, geliat kemasyarakatan yang ada di desa-desa, salah satunya di Desa Serayularangan ini,” katanya yang disambut dengan tepuk tangan seluruh warga.

“Semangat tangi gasik, kerja bhakti, gotong royong bareng-bareng menyelesaiakan apa yang menjadi PR-PR pada desa-desa kita, termasuk pagi ini tadi membangun areal parkir untuk pasar LOHJINAWI!” kata Bupati menjabarkan betapa pentingnya gotong royong.

Bupati didampingi suami (foto dok/Sumarno/PPID)

Bupati juga memuji Kepala Desa Serayularangan sebagai kepala desa yang masih muda tetapi mampu berinovasi. “Desa Serayularangan termasuk salah satu desa yang inovatif dg mendirikan pasar LOHJINAWI yang bukanya seminggu sekali setiap hari Minggu, yang sudah barang tentu dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan. Karena tadi infonya ada 25 pedagang, yang omzetnya dari Minggu ke Minggu selalu bertambah. Berarti kalau samakin banyak pendapatan, masyarakat yang datang ke sini semakin banyak. Maka, bukan hanya sebagai hanya sebagai penggerak ekonomi, tapi juga menjadi potensi sebagai desa pariwisata.” Katanya.

Lebih jauh Bupati juga berharap Desa Serayularangan akan menjadi desa pariwisata, berkembang dan terus berkembang. “Ketika desa sudah bergerak, maka Bupati melalui pemerintah daerah pun akan membantu. Kalau pasar LOHJINAWI sudah menggeliat, perkonomiannya menggeliat, termasuk para pedagang-pedagangnya, kunjungan wisatanya semakin banyak, pasarnya pun semakin baik ke depan, maka pemerintah kabupaten pun akan terus memberikan perhatian,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu Bupati juga menyerahkah sejumlah bantuan, di antaranya berupa sembako, buku-buku perpustakaan, dan bantuan dari Baznas.

Sebelumnya Kepala Desa Serayularangan Fajar Prasetyo Utomo, S.Pd menjelaskan bahwa pasar LOHJINAWI ini sudah beroperasi memasuki Minggu kempat ini. Sejak Minggu pertama hingga Minggu keempat selalu ramai dikunjungi warga. Bukan hanya warga Desa Serayularangan, tapi juga warga lain di sekitarnya. Bahkan dari Purbalingga dan Bobotsari. Pasar Lohjinawi ini didanai di antaranya dengan Dana Desa (DD), dan bantuan keuangan khusus Bupati Purbalingga sebagai cara untuk menciptakan destinasi wisata di wilayah Desa Serayu Larangan.

Bupati sempatkan makan bubur sumsum (foto dok/Sumarno/PPID)

Bupati sempatkan menikmati bubur bersama masy (foto dok/Sumarno/PPID)

Kades mengaku senang dengan kehadiran bupati dalam acara Gebrak Gotong Royong yang dilanjutkan dengan peresmian Pasar Lohjinawi. Dia menilai bupati telah memberikan peluang bagi semua, khususnya bagi Desa Serayularangan sehingga potensi yang ada di desa ini dimanfaatkan.

“Pasar LOHJINAWI. Lohjinawi artinya makmur. Kita berharap masyarakat Desa Serayu Larangan ke depan semakin makmur, semakin berkah dengan adanya pasar wisata ini. Pasar ini merupakan salah satu icon kebanggaan, pasar yang berkonsep menjual makanan tradisional dengan sistem penukaran uang berupa ‘benggol.’ Stand-stand yang ada di dalamnya semua milik warga Serayularangan, sehingga ada pemberdayaan,” ujar Kades.

Dia juga sedikit mengisahkan, Pemerintah Desa dan BUMDesa melihat potensi berupa akses jalan yang sangat luas dan membentang di desanya menyimpan potensi wisata. “Kita tidak mau desa sebelah seperti Desa Serang Kecamatan Karangreja yang pariwisatanya berkembang pesat sementara desa kami, Desa Serayularangan hanya diam. Kami ingin maju,!” katanya.

Bupati berbaur dg masy (foto dok/Sumarno/PPID)

Mengakhiri sambutannya, Kades Serayularangan berharap agar Bupati Purbalingga beserta jajarannya selalu memberikan dukungan untuk kemajuan desanya (Sumarno/PPID Dinpermasdes).

Apel Pagi ASN Dinpermasdes

Apel Pagi ASN Dinpermasdes

Apel pagi seluruh ASN Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga Selasa 4 Januari 2020 berlangsung khidmad, lancar dan tertib. Sekretaris Dinas Retnaningrum, SE yang bertindak sebagai penerima apel saat memberikan sambutan menyatakan, hendaknya ASN Dinpermasdes selalu mengingat akan janji Panca Prasetya Korpri yg selalu dibaca saat apel pagi dalam bertugas sehingga integritas, loyalitas dan komitmen sebagai ASN tetap terjaga.

Selanjutnya kepada seluruh ASN diminta untuk segera menyusun jadwal kegiatan di unit kerja masing-masing demi kelancaran dan ketertiban pelaporan.

 

 

Layanan E-Tax dan E-Kir Diharapkan Dongkrak Potensi PAD

Layanan E-Tax dan E-Kir Diharapkan Dongkrak Potensi PAD

Bank Jateng bersama Pemerintah Kabupaten Purbalingga me-launching layanan E-Tax dan E-Kir, Selasa (26/2) di Pendopo Dipokusumo. E-Tax merupakan bagian dari digitalisasi keuangan daerah yakni memberikan kemudahan bagi wajib pajak untuk melakukan pembayaran non tunai baik melalui teller bank, ATM ataupun i-banking.

E-Tax ini mencakup layanan pajak mulai dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanahdan Bangunan (BPHTB), Pajak Hotel, Pajak Hiburan, Pajak Restoran, Pajak Reklame, Pajak Air Pajak, Pajak Parkir, Pajak PPJU dan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB). Demikian pula dengan E-Kir, layanan ini memberikan kemudahan pembayaran non tunai di Bank Jateng dengan kartu e-kir bagi yang melakukan uji kendaraan di Dinas Perhubungan.

Direktur Kepatuhan dan Menejemen Resiko Bank Jateng, Oni Sumarsono menyampaikan berdasarkan penerapan serupa di daerah-daerah yang lain, digitalisasi keuangan baik E-Tax maupun E-Kir dapat menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dengan layanan ini PAD pasti akan meningkat, karena yang tadinya tidak termonitor sekarang dengan adanya e-tax ini lebih transparan, kepercayaan wajib pajak akan meningkat dan terdorong untuk membayar pajak,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya sistem tersebut merupakan dorongan regulasi baik dari Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kemedagri maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena dengan adanya layanan-layanan ini dapat ciptakan beberapa keunggulan, mulai dari efisiensi transaksi, sistem non tunai bisa mengurangi jumlah uang beredar serta meminimalkan penyalahgunaan.

Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM pada launching layanan E-Tax dan E-Kir Bank Jateng, di Pendopo Dipokusumo, Selasa (26/2).

“Semuanya langsung dilakukan non tunai sesuai mekanisme perbankan, ini dilakukan supaya ada peningkatan tata kelola keuangan, perbaikan proses governance di pemerintahan,” katanya.

Cegah Kebocoran Anggaran

Sementara itu, Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyatakan mendukung langkah gagasan inovatif ini. Sebab hal ini sejalan denga komitmen pemerintah, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional efektif, efisien, bersih dan demokratis yang dapat memberikan pelayanan prima masyarakat.

“Transaksi Online atau non-tunai ini mencegah adanya kebocoran anggaran dan transaksi pungli atau tindak korupsi di pemerintahan,” katanya.

E-Kir dan E-Tax juga menurutnya sejalan prog pemerintah Purbalingga Go To Smart City, yakni bagaimana agar bisa mengimplementasikan teknologi Informasi yang mendukung sektor-sektor pelayanan Publik dalam rangkan memberikan pelayanan untuk masyarakat. Sehingga pada saatnya nanti E-Tax dan E-Kir ini, transaksi bisa jadi lebih mudah, murah dan cepat.

“Sistem ini juga diharapkan mampu mem-boosting potensi PAD, serta mampu mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih baik transparan dan akuntabel,” katanya.(Gn/Humas)

Bank Jateng Bidik BUMDes di Purbalingga Jadi Agen Laku Pandai

Bank Jateng Bidik BUMDes di Purbalingga Jadi Agen Laku Pandai

Launching E-Tax dan E-Kir Bank Jateng di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Selasa (26/2).

Bank Jateng selain bersinergi dengan pemerintah daerah, kali ini mulai menjangkau pelayanan di pedesaan Kabupaten Purbalingga, khususnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Salah satunya yakni kerja sama sebagai agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Agen Laku Pandai ini juga sering dikenal sebagai program untuk penyediaan layanan perbankan atau layanan keuangan lainnya melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) seperti penjual pulsa, toko kelontong dan sebagainya, dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi. Peresmian kerjasama ini bersamaan dengan launching E-Tax dan E-Kir di Pendopo Dipokusumo, Purbalingga, Selasa (26/2).

Direktur Kepatuhan dan Menejemen Resiko Bank Jateng, Oni Sumarsono menerangkan, dalam kerjasama ini Bank Jateng memfasilitasinya melalui Agen Depot Uang Transaksi Aman (Duta) BUMDes ke sekitar 200 BUMDes yang ada di Purbalingga untuk menerapkan Laku Pandai ini.“Inshaallah ke depan BUMDes tidak hanya jadi Agen Laku Pandai, tapi untuk melayani jasa perbankan bagi masyarakat yang ada di desa-desa yang mungkin selama ini tidak terjangkau oleh Bank Jateng secara konvensional (membangunkan gedung),” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya ke depan juga mulai mempersiapkan produk untuk pembiayaan. Misalnya membantu BUMDes yang membutuhkan pembiayaan (modal) dari bank.

“Bumdes ini akan kita siapkan agar terintegrasi agar jasa layanan Bank Jateng ke Agen dengan produk layanan pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. BUMDes tidak hanya bermanfaat bagi Bank Jateng tapi juga sebagai mitra dan agen pembangunan di masyarakat,” katanya.

Sementara itu Plt Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi SE BEcon MM menyatakan turut mendukung Agen Duta BUMDes ini karena sesuai dengan misi Presiden Joko Widodo, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dalam hal ini : desa. “Kami di Pemerintah Daerah juga mendorong agar desa membentuk BUMDes agar ada peningkatan perekonomian di desa,” katanya.

Ia menyadari saat ini di tingkat desa banyak sekali masyarakat desa yang kurang familiar terkait fasilitas perbankan bahkan belum tersentuh akses perbankan. Ia berharap agar Agen Duta BUMDes Laku Pandai ini membantu akses perbankan ke lapisan paling dasar dari masyarakat.

“Sehingga teman-teman BUMDes bisa terfasilitasi kredit Bank Jateng untuk pengembangan usahanya,” imbuhnya.(Gn/Humas)

TMMD Sengkuyung Tahap I Resmi Dibuka

TMMD Sengkuyung Tahap I Resmi Dibuka

Plt. Bupati Purbalingga dan Dandim 0702 Purbalingga pada Pembukaan TMMD Sengkuyung Tahap I, bertempat di Lapangan Desa Sangkanayu, Selasa (26/2).

 

Program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Tahap I (Reguler 104 dan Sengkuyung I) berpusat di Desa Sangkanayu Kecamatan Mrebet resmi dibuka oleh Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi, bertempat di Lapangan Desa Sangkanayu, Selasa (26/2). Pelaksanaan TMMD direncanakan akan dilaksanakan selama 30 hari dari 26 Februari-27 Maret 2019.

Pembukaan TMMD dihadiri oleh Pangdam IV/Diponegoro beserta jajaran, Plt. Bupati Purbalingga, Dandim 0702 Purbalingga, Ketua DPRD Purbalingga beserta forkopimda, dan jajaran birokrasi pemerintah daerah, tokoh alim ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan segenap masyarakat Desa Sangkanayu.

Perwira Pelaksana Proyek TMMD Letnan Suryono, dalam laporannya mengatakan, akan ada 2 proyek yang akan dikerjakan pada TMMD Sengkuyung Tahap I, yakni proyek fisik dan non fisik.

“Nantinya akan dibangun jalan baru dengan ukuran 5 x 715 meter, kemudian pembangunan Jalan Makadam dengan ukuran 4 x 715 meter, pembangunan 5 unit gorong-gorong dengan diameter 0,40 x 5 meter, serta pembangunan talud dengan ukuran panjang x tinggi 20 x 2 meter dan 20 x 1 meter,” kata Letnan Suryono dalam laporannya.

Plt. Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah mengatakan, Data BPS per-bulan September 2018 mencatat, jumlah penduduk miskin sebesar 3,87 juta orang (11,19%), mayoritas berada di pedesaan, yakni sebanyak 2,15 juta orang.

“Untuk itulah, kita terus memfokuskan program penanggulangan kemiskinan di pedesaan dengan prinsip keroyokan melalui pendekatan holistik-integratif-tematik dan spasial,” kata Tiwi.

Ia melanjutkan, TMMD yang mengangkat tema “Melalui TMMD kita tingkatkan kebersamaan umat serta semangat gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara guna mewujudkan ketahanan nasional” sangat tepat dikaitkan dengan kondisi kebangsaan saat ini.

“Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan bangsa,”lanjutnya.

Ia juga berharap TMMD tidak hanya membangun sarana, prasarana, fasilitas umum dan sosial yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat desa.

“Tidak hanya itu, program TMMD ini juga harus diarahkan untuk mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, meningkatnya kesehatan lingkungan, dan memantapkan kerukunan umat beragama dalam rangka mencegah konflik SARA, radikalisme, terorisme, dan intoleransi,” kata Tiwi.

“Saya juga berharap TMMD kali ini bisa disisipkan program-program yang menggugah wawasan kebangsaan dan nilai-nilai nasionalisme mengingat maraknya hoaks, bully, dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa. Kita edukasi masyarakat di tengah riuhnya revolusi industri 4.0, bijak bermedsos. Saring sebelum sharing. Mari kita sadarkan masyarakat arti penting persatuan dan kesatuan bangsa demi Indonesia Jaya,” pungkas Tiwi.

Dalam agenda tersebut diberikan juga bantuan Rehab RTLH dari PMI dan Baznas kepada Bapak Sutarso dan Bapak Sawaryo masing-masing 12 juta rupiah, 708 paket masing-masing 3 kg Rasbangga dan 1 kg lele dari DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan), 1 hand sprayer untuk kelompok wanita tani, 1 power thresher (mesin perontok padi) untuk Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), dan bibit cabai untuk pengurus PKK Desa Sangkanayu dari Dinpertan (Dinas Pertanian dan Perkebunan), 100 bibit tanaman jati, 50 mahoni, dan 50 batang buah-buahan dari DLH (Dinas Lingkungan Hidup), 2 kruk dan 2 kursi roda dari DinsosdaldukKBP3A (Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), dan 5 paket sembako dari PKK. (PI-9)