Dinpermasdes Purbalingga Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pengurus Posyantek Desa

Dinpermasdes Purbalingga Fasilitasi Penguatan Kapasitas Pengurus Posyantek Desa

Purbalingga – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purbalingga memfasilitasi kegiatan Penguatan Kapasitas Pengurus Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek) Desa, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga Selasa (28/10)

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman, S.Sos., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran pengurus dan inventor Posyantek dalam mendukung kemandirian desa melalui inovasi dan penerapan teknologi tepat guna.

“Ketika sumber daya sudah bagus, tetapi sumber daya manusia tidak mampu mengelola dengan baik, maka hasilnya tidak akan maksimal. Karena itu, penguatan kapasitas ini sangat penting agar pengelolaan Posyantek dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” ujar Eni Sosiatman dalam sambutannya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu:

1. Rukmawan Suci Laswono, S.E., M.E., Penggerak Swadaya Masyarakat Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga;

2. Rahma Tri Estria, S.Psi., dari Dispermadesdukcapil Provinsi Jawa Tengah; dan

3. Tri Bowo Pangestika, Pemenang Lomba Posyantekdes Berprestasi Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 dari Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga.

Sebanyak 20 perwakilan Posyantek Desa dari berbagai kecamatan di Kabupaten Purbalingga mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Para peserta memperoleh wawasan dan pengalaman langsung terkait pengelolaan Posyantek, pengembangan inovasi desa, serta strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penerapan teknologi tepat guna.

Dalam kesempatan tersebut, juga diperkenalkan Posyantekdes Artansi Mandiri dari Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara yang baru saja dinobatkan sebagai Pemenang Lomba Posyantekdes Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025.

Unit Posyantek ini dipimpin oleh Tri Bowo Pangestika, seorang petani muda yang berhasil mengembangkan konsep pertanian terintegrasi sebagai unggulan desa. Inovasi tersebut menggabungkan berbagai aspek pertanian terpadu yang ramah lingkungan dan berorientasi ekonomi masyarakat.

Posyantekdes Artansi Mandiri telah berkembang menjadi kawasan edukasi pertanian terpadu yang menjadi rujukan studi banding dari berbagai daerah. Dengan dukungan lebih dari 130 pengurus aktif, unit ini mampu mengoptimalkan potensi desa melalui penerapan teknologi tepat guna, inovasi pertanian, dan pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, diharapkan agar para pengurus Posyantek Desa semakin termotivasi untuk mengembangkan inovasi teknologi tepat guna di wilayah masing-masing. Dengan demikian, Posyantek tidak hanya menjadi wadah pengembangan teknologi, tetapi juga motor penggerak kemandirian dan kemajuan desa di Kabupaten Purbalingga.

Dinpermasdes Purbalingga Luncurkan ” SIDAK “, Sistem Inovatif Tata Kelola Data Terintegrasi dan Kolaboratif

Dinpermasdes Purbalingga Luncurkan ” SIDAK “, Sistem Inovatif Tata Kelola Data Terintegrasi dan Kolaboratif

Purbalingga – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Purbalingga resmi meluncurkan Sistem Informasi Data Terintegrasi dan Kolaboratif (SIDAK) pada Kamis, 26 Juli 2025. Acara peluncuran yang digelar di Aula Dinpermasdes ini dihadiri oleh seluruh pegawai dinas sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi tata kelola data yang lebih modern dan efisien.

SIDAK dikembangkan sebagai upaya menjawab tantangan pengelolaan data yang selama ini masih dilakukan secara manual dan belum terintegrasi. Sistem ini dirancang untuk menyederhanakan proses pengumpulan, pengelolaan, dan pemanfaatan data agar lebih terstruktur dan mudah diakses oleh semua pihak terkait.

Sekretaris Dinpermasdes sekaligus inisiator SIDAK, Danang Nuswantoro, menjelaskan bahwa proses pengembangan sistem ini penuh tantangan, namun dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh.

“Pembangunan sistem ini bukan tanpa tantangan. Kami belajar dari bawah: memetakan kebutuhan pengguna, menyusun arsitektur data, menyesuaikan regulasi, membangun infrastruktur, menyusun SOP, hingga memastikan adanya mekanisme pembaruan dan pengendalian kualitas data,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinpermasdes Kabupaten Purbalingga, Eni Sosiatman, dalam sambutannya menegaskan bahwa SIDAK bukan sekadar sistem digital, melainkan alat strategis untuk memperkuat peran aparatur dalam pengambilan keputusan berbasis data.

“SIDAK dibangun bukan untuk menambah beban, tetapi untuk menyederhanakan. Bukan untuk menggantikan peran manusia, tetapi untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dan OPD terkait agar dapat mengambil keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang valid, mutakhir, dan menyatu,” ungkapnya.

Peluncuran SIDAK menandai langkah maju Dinpermasdes dalam mengadopsi teknologi untuk meningkatkan efisiensi birokrasi dan mendorong pelayanan publik yang lebih responsif dan berbasis data di Kabupaten Purbalingga.